Tampilkan postingan dengan label Glutinous Flour. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Glutinous Flour. Tampilkan semua postingan
Senin, 21 Januari 2013
Gemblong
Hari minggu kemaren, kami sekeluarga jalan-jalan ke Plaza Cibubur buat cari refill tinta printer. Saat itu si adek sudah uhuk..uhuk, cuma belum separah sekarang. Yup... sikecil lagi sakit, batuk, pilek, dan badannya panas dari mulai minggu malam.
Pada saat melintas di jalan Cibubur yang macet.... disana banyak sekali penjual gemblong. Dan Adek tau-tau main mata sama Bundanya sambil bisik-bisik......,
"Adek mau itu.."
"Apa? gemblong?" tanya saya balik..
"iya..."
"tapi adek kan lagi batuk, jangan ahhh.... nanti makin parah batuknya"
Padahal waktu itu saya sendiri juga pengen ngemil si gemblong, tapi demi terciptanya perdamaian... maka diputuskan lebih baik ngempet. Eeeee.... ternyata, nggak makan gemblong batuknya makin parah juga sekarang.
Kalo adek udah sakit was..was... aja rasanya. Masalahnya nggak sakit aja makannya dikit, gimana kalo sakit!!!. Beda banget ma Abang yang tetep lahap makannya walaupun lagi sakit. Jadi serba khawatir gitu deh, apalagi Adek punya riwayat 5 kali masuk RS dan 1 kali operasi.... makinnnnn menjadi deh khawatirnya. Tapi InsyaAllah segera sehat ya dek.... Bunda bikinin gemblong lagi buat adek.
Dan, karena kemaren pengen, jadinya terbayang-bayang terus.... dan akhirnya memutuskan untuk bikin sendiri aja. Berbicara tentang Gemblong, saya baru tahu tentang makanan ini setelah tinggal di Bogor. Di Surabaya, tempat tinggala saya, ada jajanan yang hampir sama dengan gemblong ini, namanya Getas. Hanya berbeda pada jenis penggunaan tepung dan gula pelapisnya aja. Untuk yang pengen tau resep Getas, saya pernah membuatnya disini.
Untuk gemblong yang ini, bentuknya rada berantakan. Karena waktu melapisi dengan gula merah mengaduknya terlalu kuat. Salah saya kenapa nggak pake wajan yang teflon aja, malah pake wajan stainlees biasa jadinya saat gulanya mulai kering jadinya lengket dan susah buat diaduk. Alhasil gemblong nya jadi penyak penyok.. :P. Tapi dari segi rasa sih, masih enak lah.... .
Stay Cooking with love.... ^^
-eeyand-
Senin, 17 Oktober 2011
Lapek Bugis
Telat setorrrrr!!!!... tapi lebih baik terlambat daripada nggak sama sekali..hhehheheee... Untuk IFP kali ini, aku bikin Lapek Bugis... makanan khas Sumatera yang mirip dengan mendut dan serupa dengan koci-koci dari jawa. Yang bikin khas dari lapek bugis ini adalah cara membungkusnya yang unik. Yaitu dibungkus daun pisang yang dibentuk kerucut. Dan ini yang bikin aku menyerah...pokoknya urusan bungkus membungkus dengan daun pisang...haduwww...susahnya buatku. Akhirnya cuma setengah adonan yang berbalut daun pisang...yang lainnya...yaaa...gitu dehhhh... hehhee.
Lapek bugis ini juga sebagai setoran aku untuk monthly event Pawon Ibu #3 dengan tema jajanan tradisional....jadi sekali dayung...dua event tarlampaui...
Senin, 25 Oktober 2010
Jenang Grendul
I was in the discussion with my friends about Indonesian desserts where I finally decided to make “Jenang Grendul”. I never heard this kind of food before, I thought….. I ever ate this food at my hometown, Surabaya…but maybe I didn’t know exactly the name. Then I encourage my self to make this dessert, and fortunately…. I find this recipe in my cooking book, foolish me!!!!!!!….this recipe is in my cooking book, but I didn’t know at all. So….. I didn't need more time to postpone cooking it.
"Jenang Grendul" is made from glutinous flour combined with rice flour, serve with sweet rice flour sauce and topped with savory coconut milk. Glance…it similar with “Biji Salak” but biji salak made from sweet potato and sago flour, both of these foods had a chewy texture.
Langganan:
Postingan (Atom)





