" PLEASE DO NOT USE THE PHOTOGRAPHS IN THIS BLOG WITHOUT MY PERMISSION "
Tampilkan postingan dengan label Mendadak Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mendadak Kuliner. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Agustus 2013

Ah Poong Sentul City

Minggu 18 Agustus 2013, adalah hari terakhir kami menikmati libur lebaran. Karena besoknya...yaitu hari Senin rutinitas kembali menanti kami. Ayah kerja, Abang dan Adek sekolah... Bunda??? ya kembali jadi seksi sibuk menyiapkan segala sesuatunya. Di hari terakhir liburan....jalan-jalannya yang nyantai-nyantai aja, pilihan kami jatuh ke Ah Poong. Sebuah tempat makan dengan konsep unik yang berada di Sentul City. Tapi yang membuat saya paling girang adalah... makanannya BUANYAKKKKKKK!!!! segala macam makanan tradisional... ada nasi langgi, tahu gimbal, es podeng, es cendol, bebek cabe ijo, gado-gado, lotek, ketoprak, gudeg, nasi bakmoi, nasi hainan, serabi, soto mie, touge goreng, pindang bandeng, batagor, es pisang ijo, cakwe, sate ayam, soto madura, nasi tutug oncom, pecel, dan masiiiihhhhhh banyak yang tak terekam oleh ingatan saya. Duhhh... kalo lagi diet jangan kesini deh...atau saya yang maruk yakk??? :p.

Tau Eat&Eat yang di Gandaria City?, nah... di Ah Poong ini sama-sama Eat&Eat juga, jadi sistem pembayarannya sama kayak yang di Gandaria City, kita mesti deposit sejumlah uang dulu di Kasir dan kita memesan makanannya pake kartu kayak ATM disetiap counter makanan yang kita mau. Soal harga... standar lah ya... nggak mahal-mahal amat kok, apalagi dengan suasana yang kita dapet...sepadan deh!!!


 
 
 



Beberapa cemilan yang sempat saya cicipi, tahu pong, cakwe, dan es pisang ijo.








Selain tempat makan, disini juga ada orang-orang yang berjualan diatas perahu, sayang nggak sempat ke foto karena saat saya kesana lagi hujan. Yang sempat saya liat adanya sih jualan pisang doang, tapi nggak tau lagi ya kalo hari lagi cerah apakah ada orang yang jualan yang lainnya. Kalau pengen naik perahu juga ada lho, kalo gak salah ya... ada rafting nya juga disini.




Tempat makan di Ah Poong ini ada 3 bangunan, kalo dari foto diatas ada satu yang sebelah kanan, ada satu lagi sebelah kiri yang nyempil dikit itu, dan satu lagi disebelah kirinya ada Pecel Solo. Dan, saya pilih tempatnya di bangunan ke 3 di pecel solo. Pas masuk kedalamnya beneran kayak masuk ke rumah jawa, lagunya lagu jawa, bangku-bangkunya kayu, pokoknya jadulll deh!!!



 





 
 
Di Pecel Solo ini menunya banyak juga ya, tapi yang saya makan bener-bener pecel sama gendar... karena Ayah lupa pesen lauknya.. :(. Satu yang unik di pecel solo, kalo pecel di jawa timur pada umumnya pake Peyek, tapi ini pake krupuk gendar. Kalo saya sih ya lebih suka makan pecel pake peyek dari pada pake gendar. Dan rasa bumbu pecelnya menurut saya dominan manis, mungkin karena dari jawa tengah kali yaa...

Selesai sudah jalan-jalannya, masih banyak yang menarik ditempat ini yang nggak sempet ke foto ada tempat main anak-anak juga lho, pokoknya recommended deh!!! Bisa jadi pilihan jalan-jalan saat weekend buat yang tinggal di Jabodetabek. 

Stay cooking with love...

-eeyand-

Selasa, 26 Maret 2013

Icip-icip Seru Bareng Indonesia Foodblogger di Pepper Lunch


Sabtu, 16 Maret 2013 @Cilandak Town Square, Jakarta

Pukul 09.30 pas.... akhir saya sampai juga di Citos. Tanpa mampir kemana-mana saya langsung menuju ke lt.2 dimana Resto Pepper Lunch berada untuk datang diacara Restaurant Review Program alias icip-icip gratis dan bertemu dengan para foodblogger Indonesia. Seru, senang, kenyang dan mau lagiiii.... ^^.

The Pepper Lunch logo in the shape of a palette is a symbol of the dreams of Pepper Lunch founder Mr. Kunio Ichinose. He sees the world as white canvas where he wishes to add colors with his restaurants to make people happy.

Apa sih Pepper Lunch itu?

Pepper Lunch adalah DIY Fast Food Steak House dengan penawaran harga yang sangat terjangkau. Resto ini sendiri berasal dari Jepang dan didirikan oleh Mr. Kunio Ichinose. Hingga terus berkembang ke beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia. Pepper Lunch menawarkan sebuah pengalaman kuliner yang cukup unik. Konsep DIY (Do It Yourself) ini yang menjadi keunikannya, dimana kita bisa memasak menu kita sendiri diatas hot plate dengan panas mencapai 260 derajat C dan akan bertahan hingga 80 derajat C selama 20 menit. Dan pastinya dengan bahan-bahan yang segar dan berkualitas.

Apa aja menu di Pepper Lunch?

Pepper Lunch menawarkan menu yang sangat beragam, ada pepper rice, steak, curry rice, dan dessert yang nggak kalah okey!!!!. 



Rahasia kelezatan dan ciri khas Pepper lunch, selain dari pemilihan bahan yang berkualitas, yaitu ada pada "Pepper" nya yang selalu fresh karena digiling dan diganti setiap hari, "Butter" nya yang sangat special dengan resep rahasia dan dijamin hanya ada di pepper rice. 


Selain lada dan butter yang khas, pepper rice juga mempunyai "Sauce" yang juga sangat special. Ada dua pilihan sauce yaitu Garlic Sauce dan Honey Sauce. Garlic sauce mempunyai rasa yang asin, sedangkan honey sauce mempunyai kecenderungan rasa yang manis. Keduanya selalu disajikan diatas meja bersama fresh pepper, sehingga para pengunjung dapat menambahkan saus sesuai dengan selera mereka masing-masing.


Pada saat itu saya bersama teman-teman foodblogger lainnya berkesempatan untuk mencicipi satu dari 3 pilihan pepper rice yang ditawarkan. Ada Beef Pepper Rice, Salmon Pepper Rice, dan Chicken Pepper Rice.

Beef from Australia and New Zealand

Norwegian Salmon


Dan pilihan saya jatuh pada Salmon Pepper Rice, mengapa???? karena saya termasuk penggemar ikan. Saat pesanan saya datang... saya masih sibuk foto sana foto sini. Dan kesalahan saya adalah tidak memperkatikan instruksi pada kertas yang melingkar pada hot plate. So... read the instruction carefully!!!!!. Yuppp... setelah rice pepper terhidang didepan anda.. then Hurry!! Mix them up!, kalo tidak... bakal gosong sodara!!!!!!!.... karena apa? hot plate dengan panas 260 derajat C dapat mematangkan ingredients di atasnya dengan sangat cepat. Jadi... pertanyaan saya didalam hati...

"bahan-bahan yang disajikan mentah, emang bisa mateng?"

Dan ternyata bisa.... sangat bisa, terjawablah sudah pertanyaan dan rasa ingin tahu saya. Dan satu yang paling tercium dihidung saya adalah.. wangi lada nya, bikin saya nggak sabar buat merasakannya. Adukan pertama, saya langsung menemukan butter yang ada di balik jagung. Lalu saya terus...terus...terus... dan terussssss.... mengaduk diiringi suara desisan dari hot plate nya. Dan.... suapan pertama.... "Hap!!!!".... *diem...mikir...dan tringgggg!!!!!... "Enak!!!!!!....."



Setelah satu, dua, tiga suapan.... penasaran sama saus yang ada diatas meja. "Cobain ahhhh.....!!!" Yang pertama kali saya coba adalah Garlic Sauce.... setelah nasi dengan kucuran garlic sauce masuk ke mulut, gantian saya coba yang Honey sauce. Dan keduanya enak..punya keunggulan rasa sendiri-sendiri, tapi favorite saya adalah Honey Sauce!!!. Karena saya bukan pecinta pedasss... jadi buat saya lada yang sudah ditaburi diatas nasi cukup, tapi buat yang pecinta lada.... anda dapat menambahkan sesuka anda karena lada telah disipkan diatas meja.

Baru setengah dari nasi saya habis..... sudah datang lagi satu cup Red Velvet. Haduwwww..... nggak kuku!!!! buru-buru abisin nasi...pindah ke red velvet. Dan... asli saya suka red velvet nya!!!!! beneran mau lagi deh... sayang cuma dikasih satu cup..hehhehhe. Boleh sih ambil lagi... tapi pake beli...xixixixix.




Gimana ya cara bikin si pepper rice nya itu, kok bisa enak banget gitu keliatannya???

Penasaran... gimana pepper rice disiapkan.... kebetulan kami para foodblogger di izinkan untuk mengintip cara pembuatan pepper rice yang ternyata super cepeeeeeeeetttt bangettttt!!!! sampe saya sendiri kerepotan ambil fotonya... cekk..cekk...cek... selesai!!!... lagi.. cekk..cekk..cekkk.... selasai!!!!. Wow.. takjub saya, jadi jangan khawatir, anda nggak akan nunggu lama untuk segera menikmati pesanan anda. Karena sisitem kerja mereka dalam menyiapkan pesanan sangat..sangat..dan sangatlah cepattt.



Makanannya enak, menunya okey, trus tempatnya... enak juga nggak???

Yuppp... tempatnya nyaman, dengan nuansa sendu-sendu kecoklatan gitu lho. Karena saya penggemar warna coklat... selain merah tentunya, jadi konsepnya asyik menurut saya. Ditambah lagi desain dinding dengan coretan-coretan ala papan tulis kapurnya itu lho.. unik ya!!!!. Dan tulisan-tulisan itu bukan tanpa makna ya, jadi tulisan-tulisan itu menceritakan tentang konsep dari Pepper lunch itu sendiri.





Ini nih yang paling penting....harganya?????

Kalo yang ini pasti pertanyaannya ibu-ibu..hehhehhe. Nggak usah khwatir ya emak-emak sayang, harga bersahabat!!!!! sesuai dengan yang dijanjikan pepper lunch....

"You can enjoy juicy steak with a sizzle at affordable prices!!!"

Jadi mesti dicobain nih??

Harus!!!.... nggak pake lama ya...hehhehe.

Thanks Pepper Luch... buat icip-icip dan pengalaman kuliner serunya. Thanks IDFB buat merealisasikan acaranya. Dan thanks buat teman-teman IDFB... akhirnya bisa berjumpa di dunia nyata!!!. Nggak sabar pengen bisa kumpul-kumpul lagi.

Stay cooking with love...

-eeyand-

Senin, 12 Maret 2012

Kentang Panggang Dan "Oleh-Oleh" Dari Bandung

Setelah berkali-kali rencana ke Bandung gagal karena pada gantian sakit, finally.....weekend kemaren jadi juga ke Bandung. Dah lama banget nggak kesana, terakhir kesana pada saat Hari Raya Idul Adha....dah berapa bulan tuh???? Kasihan anak-anak dah lama nggak ketemu sama Eyang, Uwa,Om, dan sepupu-sepupunya. Selain bersilaturahim......hal yang saya suka dari Bandung, makanannya, wisata belanjanya...dan hawanya, walaupun sering bikin hidungku mampet karena alergi dingin..^^.

Buat saya pribadi, Bandung adalah tempat berburu properti.... ya, tempat favorite saya adalah Mutiara Kitchen, dan Daiso. Kemaren sempet nemu lagi satu tempat yang unik. Dia menjual barang-barang kerajinan khas Indonesia, seperti batik, hiasan dari kayu, tas batik, dan ada juga piring-piring dan gelas jadul disana. Memang harganya agak lumayan. Tapi buat pecinta kerajinan Indonesia, tempat ini boleh dijadikan referensi untuk belanja. Nama tokonya Pendopo Anjani di mall Paris Van Java Bandung. Dan inilah....hasil hunting saya di tiga tempat Daiso, Pendopo Anjani dan Mutiara Kitchen.


Setelah kaki pegel nganterin anak-anak main....waktunya ngisi perut dong. Didepan Game Amazon PVJ ada tempat makan namanya Dot Bravo. Yang paling bikin penasaran adalah Roti Tissue nya. Cuma sayang nggak sempet nganbil fotonya. Yogurt nya juga enak lho.... disebutnya Froyo...mungkin kependekan dari frozen yogurt ya.. I love both of them...^^
Mampir lagi di tempat makan berikutnya....Javana Food Market. Suka dengan konsepnya yang dibikin santai dan dengan menu yang nggak terlalu berat, tapi cukuplah buat ganjel-ganjel perut. Dan harganya juga nggak mahal-mahal amat. Yang paling unik colenaknya. Colenak "bule" kata saya sihhh.... soalnya colenaknya disajikan dengan puff pastry, guyuran santan kental, dan almond flakes. Unik...baru kali ini makan colenak model begini...


Dan hari ini...sudah harus bergelut lagi dengan rutintas... Alhamdulillah. Kembali nyiapin sarapan, bekal sekolah, makan siang, dan bla..bla...blaa....^^. Hari senin setelah liburan jadi terasa makin berat ya...hehhe. masih kebawa malesnya. Tapi mau nggak mau ya wajib...harrruuussss bangun pagi. Dan, inilah menu sarapan kami pagi ini. Kentang Panggang.... berisi kentang yang dicampur smoked chicken, dan saus keju..mmm...saya suka!!!! Dan yang terpenting semua orang rumah juga suka....!!!!


Kentang Panggang
Source : 20+ sarapan kentang & havermut, seri masak femina PRIMARASA

Ingredients:
750 gr kentang
100 ml susu cair
1/4 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/4 sdt pala bubuk
150 gr gdaging asap tebal, iris persegi 1 cm (yulyan : pake daging ayam asap)
100 gr bawang bombai, cincang kasar
150 ml krim kental
75 gr keju mozarella (yulyan : pake quick melt)
1 sdm keju cheddar parut
1 sdm peterseli cincang, untuk taburan


Method :
  1. Panaskan oven suhu 180 deg C. Kupas kentang, lalu iris melintang tipis1/2 - 3/4 cm. Rebus kentang bersama susu cair, garam, merica dan pala bubuk dalampanci hingga setengah matang +/- 5 menit, angkat kentang. Sisihkan sisa susunya.
  2. Siapkan 4 buah cetakan aluminium persegi ukuran 8x15 cm (yulyan : pake pinggan tahan panas). Olesi dengan margarine. Bagi rata dan susun kentang kedalam setiap cetakan, tambahkan juga daging asap dan bawang bombai.
  3. Jerang kembali panci susu, masukkan krim kental dan keju parut. Masak selama +/- 5 menit hingga keju meleleh dan cairan mengental., angkat, tuang kedalam cetakan berisi kentang.
  4. Taburi permukaannya dengan keju cheddar parut. Taruh cetakan diatas loyang datar, masukkan ke dalam oven.
  5. Panggang selama 15 menit hingga matang, nyalakan api bagian atas selama 5 menit hingga permukaannya kuning kecoklatan. angkat. Taburi dengan peterseli cincang, hidangkan selagi hangat.


Stay cooking with love....

-eeyand-

Selasa, 03 Agustus 2010

Kampoeng Sawah

Bandung, 31 juli 2010.
Perjalanan ke bandung kali ini adalah dalam rangka memperpanjang SIM ayah karena sudah waktunya jatuh tempo hari selasa, 3 agustus 2010. Awalnya perjalanan dari tol cikampek sampai cipularang bisa dibilang lancar, hanya “sedikit” tersendat di dekat pintu tol padalarang karena ada pelebaran jalan. Dan akhirnya keluar di pintu tol kopo menuju Samsat soreang, kabupaten bandung. Wow….macetnya di soreang penuh angkot dan motor….hhhfftttt….bete, mana perut dah laperrrrr karena jam ditangan sudah menunjukkan pukul setengah 2 siang.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...